Merajut Keabadian




Image source Bintang Pustaka

Merajut Keabadian

Membaca karya Kris Banarto, "Merajut Keabadian"  kita akan paham bahwa beliau melalui menulis ingin melahirkan sebuah keabadian. Meninggalkan warisan kata-kata sebagai permata kehidupan. Dengan rangkaian kata yang menarik dan mudah dipahami. Karena apa yang dibahas memang akrab dalam kehidupan kita.

Kita akan semakin paham setelah menyelami setiap kata yang ada dalam buku yang berisi 33 artikel ini. Yang dibagi beberapa tema  dalam tiga bab sehingga kita akan lebih memahami bagaimana merajut keabadian. Bahwa hal yang  terpenting dalam hidup ini adalah merajut keabadian dalam segala aktivitas yang kita lakukan di dunia dalam keseharian.

Bab pertama, tentang sikap orang percaya dalam berkarya. Sebagai manusia yang percaya dalam hal apa pun yang kita lakukan sejatinya sebagai bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Tuhan. Hal ini tentu menjadi nilai  penting dalam merajut keabadian.

Bab kedua, tentang kehidupan yang berbeda dari dunia. Kita memang hidup di dunia, tetapi bukan semestinya menjadi serupa dengan dunia. Karena keduniaan selalu menggoda dalam nafsu keinginan sehingga membuat kita terlena.  Ada istilah meminjam dunia untuk melatih rohani. Jadi, kita paham bahwa dengan  meminjam segala aktivitas dunia adalah jalan menuju kepada keabadian.

Bab ketiga, tentang melekatkan pada perkara abadi. Dunia adalah identik dengan kepalsuan. Sayangnya manusia demikian mudah terlena melekatkan pada hal dunia yang penuh dengan kenikmatan. Tak menyadari bahwa semua itu adalah penuh dengan kepalsuan.

Perkara abadi memang memiliki jalan berliku penuh dengan segala penderitaan. Namun, siapa yang setia  di dalamnya akan memperoleh bahagia. Sesungguhnya apabila perkara abadi ini  dilakukan dengan penuh sukacita hidup damai sejahtera pun dapat kita dapatkan.

Dalam keheningan membaca karya buku ini akan semakin menguatkan, walaupun perjalanan menuju keabadian tidak mudah, tetapi ketika kita setia melekatkan hidup pada perkara abadi segalanya akan terasa indah pada akhirnya.

Katedrarajawen, penulis, aktif di Kompasiana, peraih Penulis Teraktif Kompasianival 2010 dan Best in Fiction Kompasiana Awards 2020.

References Link:

Leave a comment

Post Comment

Related Post