Brand akan Punah Tanpa Inovasi, Lakukan 5 Langkah Ini




Ilustrasi dari thedigitaltransformationpeople.com

Tanggal 1 November 2020 diperingati sebagai Hari Inovasi Indonesia (HII), yang bertujuan untuk menggairahkan para pelaku bisnis untuk menumbuhkan budaya inovatif atas produk atau layanan yang ditawarkan kepada masyarakat. Agar produk atau layanan memiliki keunggulan kompetitif atau keunggulan komparatif di pasar dalam negeri maupun global.

 

Adalah Handi Irawan D, seorang Chairman dari Tera Foundation, penerima Penghargaan Rekor Bisnis (ReBi) yang menggagas pentingnya Hari Inovasi Indonesia (HII). Handi berharap melalui inovasi para pelaku bisnis di Indonesia dapat melahirkan produk dan layanan inovatif.

 

Mengapa inovasi begitu penting? Karena tanpanya produk atau layanan menjadi basi dan kalah bersaing di pasar. Sebaliknya produk atau layanan yang inovatif akan mampu bersaing di pasar dan perusahaan akan bertumbuh.

 

Menganalisis Produk

 

Untuk dapat mengetahui posisi produk atau merek di antara para pesaing, maka pelaku bisnis dapat melakukan riset kepada para pelanggan. Selain itu dapat mempelajari sepak terjang pesaing mengenai strategi produk, market share dan layanan pelanggan.

 

Pelaku bisnis dapat menggunakan konsep Ansoff Matrix, untuk menentukan strategi yang tepat. Dalam konsep ini terdapat 4 kuadran dengan kondisi yang berbeda sesuai dengan pasar dan produk.

 

Sumber: corporatefinanceinstitute.com

 

#1. Produk Sudah Ada dan Pasar Sudah Ada

 

Merek yang berada dalam kuadran ini yang harus dilakukan adalah strategi penetrasi pasar. Strategi yang diterapkan adalah membuat promosi, kegiatan atau acara melibatkan pelanggan dan masyarakat, pemberian potongan harga, hadiah dan aktivitas lain untuk menekan dan menerobos pasar. 

Misalnya sirop Marjan yang melakukan promosi secara gencar di media elektronik selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

 

#2. Produk Sudah Ada dan Pasar Baru

 

Pada kuadran ini merek sudah mempunyai produk, sedangkan pasar masih baru yang perlu diterapkan adalah mengembangkan pasar atau membuka pasar baru. Strategi yang dijalankan adalah dengan melakukan iklan baik secara daring dan luring, membuka cabang baru, melakukan Campaign secara masif dan membuat acara yang menarik. 

Misalnya Indomie membuka pasar baru di Korea Selatan, dengan menggelar berbagai acara dan promosi di supermarket.

 

#3. Produk Baru dan Pasar sudah Ada

 

Produk atau merek yang berada dalam kuadran ini dituntut untuk mengembangkan produk (product development). Disini peran divisi HRD atau business development untuk mengembangkan produk baru dengan melakukan inovasi. Ada dua pilihan yaitu mempunyai keunggulan kompetitif atau keunggulan komparatif. 

 

Tetapi dapat juga memilih dengan menggabung keduanya. Misalnya Mobil Toyota memproduksi mobil murah Low Cost Green Car (LCGC) dengan harga sekitar 100 juta, menyasar pasar yang sudah ada.

 

#4. Produk Baru dan Pasar Baru

 

Kuadran yang terakhir baik produk dan pasar, keduanya adalah baru. Dalam hal ini perusahaan menerapkan strategi  diversifikasi atau penganekaragaman bisnis. Dengan kata lain perusahaan membuat bisnis baru di luar core business (bisnis utama) yang selama ini dijalankan. 

 

Misalnya Grup Kompas Gramedia, mengembangkan bisnis hotel, bisnis media TV, dan pendidikan. Strategi dapat berjalan dengan merekrut karyawan baru yang mempunyai keahlian di bidangnya, karena karyawan yang sudah ada belum mempunyai kecakapan di bisnis baru tersebut.

 

Lalu pada kuadran mana yang berhubungan dengan inovasi, sebenarnya ke 4 kuadran di atas semuanya memerlukan inovasi dari para pelaku bisnis. Namun yang paling membutuhkan inovasi adalah pada kuadran 3 yaitu strategi pengembangan produk dan kuadran 4 diversifikasi produk karena berhubungan dengan penciptaan produk baru.

(Sumber: scorpioconnect.com)

 

Product Development Strategy (PDS)

 

Product Development Strategi atau strategi pengembangan produk meliputi 5 tahapan yang harus dijalankan dengan baik. Agar produk dapat bersaing dan perusahaan dapat bertahan lama.

 

#1. Concept

 

Langkah pertama adalah tahap konsep yaitu mengumpulkan ide bisnis. Apakah mengembangkan produk yang sudah ada atau membuat produk baru. Apabila membuat produk baru apakah yang sejenis dengan produk yang sedang dijalankan atau benar-benar berbeda. Hal ini penting berhubungan dengan biaya, SDM dan peralatan yang dibutuhkan.

 

#2. Market Research

 

Market Research atau riset pasar dapat diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer dengan melakukan survei atau wawancara kepada para pelanggan, khususnya keinginan dan kebutuhan pelanggan. Sedangkan data sekunder dapat diperoleh dari data pelanggan yang sudah ada atau mencari dari pusat data misalnya BPS (Badan Pusat Statistik), dan sebagainya.

 

#3. Analysis

 

Langkah berikutnya adalah menganalisis. Yang perlu dianalisis adalah seberapa ukuran pasar (market size), produk apa saja yang ada di pasar dan berapa pembagian pasarnya (market share). Setelah itu mempelajari sejauh mana potensi pasar dan produk seperti apa yang dapat diterima pelanggan.

 

#4. Build Product

 

Setelah mengetahui target pasar dan produk yang disukai pelanggan, maka pelaku bisnis dapat melakukan Build Product atau membangun produk. Pada tahapan ini perusahaan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan. Mulai dari membangun pabrik, membeli peralatan, merekrut SDM dan menyiapkan dana.

 

#5. Product Development

 

Product Development atau mengembangkan produk, tahap ini menerjemahkan hasil riset, analisis dan infrastruktur yang sudah dibangun. Ada baiknya memproduksi dalam jumlah terbatas untuk trial and error, dan pelaku bisnis dapat melakukan test market atau uji coba pasar. Apabila produk benar-benar diterima oleh pasar maka dapat memproduksi sesuai target yang telah ditentukan.

Perusahaan berkembang adalah perusahaan yang mempekerjakan karyawan inovatif, yang mampu membuat kreasi  nilai (value creation) atas produk atau layanan. Perusahaan yang tidak melakukan inovasi akan mengalami siklus decline atau penurunan.

 

Contoh perusahaan yang tidak mampu berinovasi dan mati adalah Nokia, Motorola, BlackBerry, Sony Ericsson dan Ford. Mereka adalah perusahaan global yang sempat berjaya, namun harus redup karena kalah bersaing dengan perusahaan yang melakukan inovasi secara terus menerus (continues inovation).

______

 

Artikel ini telah tayang di Kompasiana.com, 1 November 2020

Sumber ilustrasi judul dari thedigitaltransformationpeople.com

Rujukan:

  • tribunnewswiki.com
  • scorpioconnect.com

References Link:

Leave a comment

Post Comment

Related Post